Beberapa tahun kemudian, aku mendengar kalau Jerry secara tidak sengaja melakukan sesuatu yang seharusnya tidak kamu lakukan di bisnis restoran : membiarkan pintu belakang restoran terbuka di pagi hari sehingga dirampok oleh 3 laki-laki yang bersenjata. Ketika mencoba membuka kotak simpanan uang, tangannya gemetar karena gugup sehingga salah kombinasi nomornya. Perampok menjadi panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan dibawa ke rumah sakit. Setelah dioperasi 18 jam dan beberapa minggu perawatan, Jerry dapat keluar dari rumah sakit dengan patahan pelurunya masih tertinggal di tubuhnya. Aku melihat Jerry setelah 6 bulan dari kejadian itu. Ketika aku bertanya bagaimana kabarnya, ia menjawab, "Kalau aku bisa lebih baik, aku ingin punya saudara kembar. Mau lihat bekas lukaku?" Aku menolak untuk melihat lukanya dan menanyakan apa yang ada di Pikirannya ketika perampokan itu terjadi. "Hal pertama yang ada di pikiranku adalah bahwa aku seharusnya mengunci pintu belakang," jawab Jerry. "Kemudian, setelah mereka menembakku dan aku terbaring di lantai, aku ingat bahwa aku punya 2 pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup." "Tidakkah kamu takut?" tanyaku. Jerry melanjutkan, "Petugas medisnya hebat. Mereka selalu berkata kepadaku bahwa aku akan baik-baik saja. Tetapi ketika mereka membawaku ke ruang gawat darurat, aku melihat ekspresi wajah para dokter dan suster, aku menjadi sangat takut. Dalam mata mereka, aku membaca 'Orang ini akan mati.' Aku tahu aku perlu mengambil tindakan." "Apa yang kamu lakukan?" tanyaku. "Ada suster gendut yang berteriak menanyaiku," kata Jerry. "Ia bertanya apakah aku alergi terhadap sesuatu.'Ya,' jawabku. Para dokter dan suster berhenti sejenak dan menunggu jawabanku. Aku menghirup nafas dalam-dalam dan berteriak,'Peluru!'. Dalam tawa mereka, aku memberitahu mereka 'Aku memilih untuk hidup. Tolong operasi aku seperti layaknya orang hidup, bukan orang mati." Jerry bisa hidup berkat kemampuan para dokter, tapi juga berkat tindakannya yang mengagumkan. Aku belajar darinya bahwa setiap hari kamu memiliki pilihan untuk MENIKMATI HIDUPMU atau membenci hidupmu. Satu-satunya hal yang betul-betul milikmu yang tidak seorang pun dapat mengontrol atau mengambilnya darimu-adalah sikapmu, sehingga kalau kamu menjaga sikapmu, segala sesuatu dalam hidup ini akan menjadi lebih mudah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar